![]() | ||
|
Muara Teweh – Terobosan administrasi melalui skema jemput bola dalam pengurusan dokumen perjalanan antarnegara di wilayah Kabupaten Barito Utara memicu respons positif serta apresiasi dari kalangan parlemen.
Penerapan program bertajuk Eazy Paspor yang digagas atas kerja sama terpadu dengan Kantor Imigrasi Non TPI Kelas I Palangka Raya tersebut dinilai menjadi solusi konkret bagi pemenuhan kebutuhan pelayanan publik. Langkah taktis ini dipandang sangat efektif dalam memangkas jarak, waktu, biaya, serta birokrasi yang selama ini kerap menjadi kendala utama bagi masyarakat di daerah yang ingin bepergian ke luar negeri.
Dukungan moril atas terlaksananya agenda kedinasan tersebut disuarakan secara terbuka oleh pihak legislatif saat meninjau jalannya proses pelayanan. “Kami sangat mengapresiasi pelaksanaan layanan Eazy Paspor ini. Program seperti ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat karena memberikan kemudahan dalam pengurusan paspor tanpa harus pergi jauh ke luar daerah,” kata Anggota DPRD Barito Utara, Ardianto, Kamis (9/4/2026).
Berdasarkan data teknis di lapangan, jalannya aktivitas pembuatan paspor kolektif tersebut dipusatkan di kantor Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UKM (Disnakertranskop UKM) Kabupaten Barito Utara. Selama dua hari berturut-turut, yakni pada Selasa dan Rabu (7–8 April 2026), tercatat sedikitnya ada 263 orang pemohon yang datang mengantre dengan penuh antusiasme guna memanfaatkan fasilitas keimigrasian tersebut.
Membludaknya jumlah kunjungan warga menunjukkan indikator kuat bahwa model pelayanan administrasi yang adaptif, dekat, serta mudah diakses sangat dinantikan oleh publik. Politisi dari Partai Demokrat DPRD Barito Utara ini juga menambahkan bahwa tingginya animo masyarakat ini didominasi oleh kalangan tenaga kerja, para pelaku dunia usaha, serta warga lokal yang memiliki urgensi perjalanan ke luar negeri. Oleh karena itu, hubungan kemitraan yang harmonis antara pemerintah daerah dan instansi vertikal imigrasi didorong untuk terus dipertahankan secara konsisten.
Pihak dewan berharap agenda serupa dapat dijadwalkan secara berkala dan kontinu pada masa-masa mendatang agar sebaran pemenuhan hak administrasi warga bisa menyentuh seluruh lapisan secara adil dan merata. Secara umum, jalannya pemrosesan berkas milik ratusan pemohon terpantau bergulir dengan sangat tertib, rapi, dan lancar tanpa menemui sumbatan teknis yang berarti.
Seluruh rangkaian mekanisme pengerjaan, mulai dari tahap verifikasi kelengkapan dokumen, pengambilan data biometrik berupa foto dan sidik jari, hingga sesi wawancara singkat, dijalankan secara profesional sesuai dengan prosedur baku keimigrasian. “Ke depan, kami berharap layanan seperti ini bisa terus dilaksanakan secara rutin. Ini merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tambahnya. (Sam)
