Trending

Lestarikan Budaya dan Sastra, TP PKK Barito Utara Gelar Lomba Puisi Kartini

 

Dalam rangka memperingati Hari Kartini Tahun 2026, Tim Penggerak PKK Kabupaten Barito Utara menggelar lomba membaca puisi yang berlangsung di gedung serbaguna Balai Antang, Muara Teweh, Senin (27/4/2026). Foto/IST

MUARA TEWEH – Semangat perjuangan R.A. Kartini kembali digaungkan melalui lomba membaca puisi yang diselenggarakan Tim Penggerak PKK Kabupaten Barito Utara dalam rangka memperingati Hari Kartini Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Serbaguna Balai Antang, Muara Teweh, dan diikuti puluhan peserta dari berbagai kalangan.

Acara ini dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Barito Utara Hj. Maya Savitri Shalahuddin, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW), Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP), unsur pemerintah daerah, organisasi perempuan, serta masyarakat yang turut menyaksikan jalannya perlombaan.

Dalam kesempatan tersebut, Hj. Maya Savitri Shalahuddin membacakan sambutan Bupati Barito Utara yang menekankan pentingnya meneladani nilai-nilai perjuangan Kartini. Menurutnya, kegiatan lomba puisi tidak hanya menjadi sarana peringatan sejarah, tetapi juga wadah bagi perempuan untuk mengembangkan kreativitas dan kepercayaan diri.

“Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya mengenang sosok Kartini sebagai pahlawan emansipasi wanita, tetapi juga menumbuhkan semangat berkarya, percaya diri, serta keberanian generasi muda, khususnya kaum perempuan, dalam mengekspresikan diri,” katanya.

Ia menambahkan, kegiatan seni dan budaya seperti lomba membaca puisi diharapkan dapat terus dilaksanakan sebagai ruang pengembangan bakat sekaligus mempererat hubungan antaranggota masyarakat.

Lomba tersebut diikuti sebanyak 42 peserta berusia 25 hingga 60 tahun. Dengan mengenakan kebaya yang mencerminkan keanggunan perempuan Indonesia, para peserta membawakan berbagai puisi bertema perjuangan, peran perempuan, dan nasionalisme di hadapan dewan juri dan para penonton.

Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga bertujuan mendorong minat masyarakat terhadap seni sastra serta meningkatkan kemampuan berbicara dan berekspresi di depan umum. Antusiasme peserta dan penonton menunjukkan bahwa nilai-nilai perjuangan Kartini masih relevan dan terus menginspirasi hingga saat ini.

Melalui peringatan Hari Kartini tersebut, diharapkan semakin banyak perempuan yang termotivasi untuk berkarya, berprestasi, dan mengambil peran aktif dalam pembangunan daerah tanpa meninggalkan nilai budaya yang menjadi identitas bangsa.(Jn)

Lebih baru Lebih lama