BORNEOCENTER, ID.MUARA TEWEH – Pemerintah Kabupaten Barito Utara melalui Dinas Kesehatan memperkuat kesiapan kesehatan calon jemaah haji (JCH) menjelang musim haji 1448 Hijriah/2027 Masehi. Sebanyak 134 JCH mengikuti sosialisasi pembinaan dan pemeriksaan kesehatan haji yang digelar di Aula Bappedarida Barito Utara, Kamis (03/9/2026).
Ketua panitia, H Basirun, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan jemaah agar memahami kondisi kesehatan sekaligus memenuhi standar istithaah kesehatan sebelum keberangkatan. Dari 134 JCH, sebanyak 125 orang merupakan jemaah berdasarkan urut porsi dan sembilan lainnya masuk prioritas lanjut usia (lansia).
“Tujuannya untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapan jemaah dalam mengikuti seluruh proses pembinaan dan pemeriksaan kesehatan haji, sehingga dapat memperoleh status istithaah kesehatan sesuai standar dan ketentuan,” kata Basirun.
Sekretaris Dinas Kesehatan Barito Utara, Zero Sota Rosadi, menjelaskan pelayanan kesehatan haji dilaksanakan secara berkesinambungan dan komprehensif, mulai dari pemeriksaan, pengobatan hingga pembinaan kesehatan. Pemeriksaan musim haji 1448 H mencakup medical check-up (MCU), kesehatan mental dan kognitif, serta penilaian tingkat kemandirian jemaah dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk pemeriksaan pada masa embarkasi dan debarkasi.
“Dengan diketahuinya risiko penyakit lebih awal, penanganan kesehatan dapat dilakukan lebih cepat dan jemaah memiliki waktu yang cukup untuk menjalani pengobatan maupun pembinaan kesehatan,” ujar Zero.(Sam)
Sekretaris Dinas Kesehatan Barito Utara, Zero Sota Rosadi, menjelaskan pelayanan kesehatan haji dilaksanakan secara berkesinambungan dan komprehensif, mulai dari pemeriksaan, pengobatan hingga pembinaan kesehatan. Pemeriksaan musim haji 1448 H mencakup medical check-up (MCU), kesehatan mental dan kognitif, serta penilaian tingkat kemandirian jemaah dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk pemeriksaan pada masa embarkasi dan debarkasi.
“Dengan diketahuinya risiko penyakit lebih awal, penanganan kesehatan dapat dilakukan lebih cepat dan jemaah memiliki waktu yang cukup untuk menjalani pengobatan maupun pembinaan kesehatan,” ujar Zero.(Sam)
Tags:
Kab Barito Utara
