![]() |
| Kondisi kabut asap menyelimuti wilayah Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, menyebabkan jarak pandang pengguna jalan menjadi sangat terganggu. Foto/IST |
BORNEOCENTER.ID, MUARA TEWEH – Kondisi kualitas udara di Kabupaten Barito Utara menjadi perhatian setelah hasil pemantauan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menunjukkan konsentrasi partikulat yang cukup tinggi. Pengukuran selama 24 jam pada 27–28 Agustus 2026 di area perkantoran UPT Laboratorium Lingkungan DLH Barito Utara mencatat kadar PM10 dan PM2,5 berada di atas baku mutu udara ambien.
“Pemantauan dilakukan selama 24 jam pada 27-28 Agustus 2026 di area perkantoran UPT Laboratorium Lingkungan DLH Barito Utara. Hasil pengujian menunjukkan PM10 sebesar 246,08 mikrogram per meter kubik dan PM2,5 sebesar 318,81 mikrogram per meter kubik,” kata Plt Kepala DLH Barito Utara Rudy Candra Utama, Jumat (4/9/2026).
Berdasarkan hasil pengukuran tersebut, kadar PM10 tercatat lebih dari tiga kali lipat dari baku mutu 24 jam sebesar 75 mikrogram per meter kubik. Sementara PM2,5 mencapai 318,81 mikrogram per meter kubik, jauh melampaui baku mutu sebesar 55 mikrogram per meter kubik. Data tersebut menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah dalam pemantauan dan pengelolaan kualitas lingkungan.
“Dari hasil ini dapat kita lihat bahwa konsentrasi partikulat masih cukup tinggi dan berada di atas baku mutu. Karena itu, kondisi kualitas udara perlu menjadi perhatian bersama,” ujarnya. Hasil analisis dan pengukuran tersebut mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. (Sam)
Tags:
Kab Barito Utara
