
Anggota DPRD Barito Utara, H. Nurul Anwar,
MUARA TEWEH – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berdampak terhadap kualitas udara di Kabupaten Barito Utara mendapat perhatian DPRD. Dewan mendukung langkah pemerintah daerah membatasi aktivitas yang berpotensi meningkatkan paparan asap bagi masyarakat maupun aparatur pemerintahan.
Anggota DPRD Barito Utara, H. Nurul Anwar, menilai penerbitan Surat Edaran (SE) Bupati Barito Utara Nomor 100.3.4.2/73/SETDA/IX/2026 menjadi salah satu langkah antisipasi untuk mengurangi risiko kesehatan di tengah kondisi udara yang menurun.
“Kita tentu mendukung langkah pemerintah daerah dalam mengantisipasi dampak kabut asap. Ketika kualitas udara menurun, keselamatan dan kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas,” kata H. Nurul Anwar, Selasa (8/9/2026).
Menurutnya, kondisi kabut asap perlu menjadi perhatian bersama karena dampaknya dapat dirasakan berbagai kelompok masyarakat. Anak-anak, lanjut usia, ibu hamil dan warga yang memiliki gangguan pernapasan menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih.
Ia menilai pembatasan kegiatan di luar ruangan dapat menjadi langkah antisipasi selama kondisi udara belum kembali membaik. Aktivitas yang tidak mendesak, kata dia, dapat disesuaikan untuk mengurangi risiko masyarakat terpapar asap.
Meski demikian, Nurul mengingatkan agar kebijakan tersebut tetap mempertimbangkan keberlangsungan pelayanan kepada masyarakat. Aktivitas pemerintahan harus tetap berjalan, namun disesuaikan dengan kondisi dan keselamatan aparatur, khususnya mereka yang menjalankan tugas di lapangan.
Ia juga mengimbau ASN dan masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan agar menggunakan perlindungan diri seperti masker.
Di sisi lain, Nurul menilai pencegahan karhutla harus menjadi tanggung jawab bersama. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat dalam mencegah munculnya titik api baru.
“Masyarakat juga harus ikut berperan. Jangan melakukan pembakaran lahan dan apabila menemukan adanya titik api atau kebakaran, segera laporkan kepada pihak terkait agar bisa ditangani lebih cepat,” ujarnya.
Menurutnya, pencegahan sejak dini penting dilakukan agar kebakaran tidak meluas dan kondisi kabut asap tidak semakin mengganggu kehidupan masyarakat.
Nurul berharap kualitas udara di Barito Utara segera membaik sehingga kegiatan pemerintahan, pendidikan maupun aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.
Ia juga mengajak masyarakat dan seluruh aparatur untuk mematuhi imbauan pemerintah selama kondisi udara masih terdampak kabut asap.
“Semoga kondisi segera normal. Untuk sementara, mari kita utamakan kesehatan dan keselamatan bersama serta mendukung langkah pemerintah dalam penanganan karhutla,” pungkasnya.(Sam)