Trending

Bupati Shalahuddin Apresiasi Penyelenggaraan SMM PAMA Healthy Awards 2026

 Staf Ahli Bupati Hery Jhon Setiawan, Ketua TP PKK Maya Savitri Shalahuddin, dan Manajemen Perusahaan berfoto bersama para pemenang SMM PAMA Healthy Awards 2026, (07/02/2026). Foto/IST

Muara Teweh –
Pemerintah Kabupaten Barito Utara memberikan apresiasi mendalam atas inisiatif sektor swasta dalam memperkuat sistem kesehatan dasar melalui ajang penghargaan bagi para pejuang kesehatan di tingkat desa pada (07/02/2026). Kolaborasi ini dipandang sebagai langkah strategis untuk menekan angka stunting serta meningkatkan kualitas hidup ibu dan anak di seluruh wilayah Bumi Iya Mulik Bengkang Turan melalui peran aktif posyandu. Sinergitas yang terbangun antara pemerintah dan dunia usaha diharapkan mampu menciptakan ekosistem pelayanan medis yang lebih responsif serta inovatif dalam menghadapi tantangan kesehatan masyarakat yang semakin kompleks di masa depan.

Pihak pimpinan daerah menegaskan bahwa keberadaan lembaga kesehatan di tingkat paling bawah merupakan ujung tombak dalam menciptakan generasi masa depan yang tangguh dan kompetitif. Penghargaan yang diberikan bukan sekadar simbolis, melainkan bentuk pengakuan nyata atas pengabdian para kader yang bekerja tanpa lelah di lapangan demi memastikan keselamatan balita. “SMM PAMA Healthy Awards bukan sekadar ajang penghargaan, melainkan wujud dedikasi dan komitmen bersama dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya melalui penguatan peran Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan,” kata Shalahuddin melalui Staf Ahli Bupati Bidang Perekonomian dan Keuangan Hery Jhon Setiawan.

Keikutsertaan ratusan unit posyandu dan belasan puskesmas dalam agenda tahun ketiga ini menunjukkan adanya peningkatan kesadaran kolektif akan pentingnya standarisasi layanan kesehatan dasar. Motivasi yang diberikan melalui kompetisi sehat ini dipercaya mampu memicu lahirnya berbagai program kreatif yang dapat mempercepat pencapaian target kesehatan nasional di tingkat kabupaten. Sejalan dengan visi daerah, dirinya menyampaikan bahwa "Ajang ini memberikan apresiasi dan pengakuan kepada kader Posyandu balita atas dedikasi dan peran aktifnya dalam pelayanan kesehatan," ujarnya sembari berharap kegiatan ini mampu mempererat silaturahmi lintas sektor secara berkelanjutan.

sumber daya manusia di bidang kesehatan menjadi fokus utama pemerintah agar setiap program yang digulirkan dapat menyentuh aspek paling fundamental dalam pertumbuhan anak. Semangat inovasi yang diusung dalam tema kegiatan tahun ini diharapkan tidak berhenti pada seremonial belaka, namun menjadi budaya kerja baru bagi seluruh tenaga kesehatan di pelosok daerah. Melalui keterlibatan aktif semua pihak, pimpinan daerah optimis tujuan mulia ini dapat tercapai. “Melalui kolaborasi dan komitmen bersama, kita diharapkan mampu melahirkan generasi yang sehat, unggul, and berprestasi,” tutur Bupati melalui Staf Ahli saat memberikan sambutan.

Dari sisi dunia usaha, pelaksanaan kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial yang diselaraskan dengan program prioritas pemerintah daerah untuk meningkatkan literasi kesehatan keluarga. Konsistensi dalam memberikan layanan dasar dipandang sebagai kunci utama dalam membawa perubahan perilaku hidup bersih dan sehat di tengah masyarakat pedesaan. Mewakili manajemen perusahaan, Abdul Syukur menegaskan bahwa “Perlombaan ini bukan untuk mencari siapa yang paling unggul, melainkan untuk mengangkat praktik-praktik baik, mendorong budaya inovasi, serta memperkuat literasi kesehatan keluarga,” jelasnya mengenai misi utama program CSR tersebut.

Pemanfaatan teknologi digital dan aplikasi pencatatan gizi yang ditampilkan dalam ajang ini menjadi bukti nyata bahwa pelayanan kesehatan di Barito Utara telah mulai bertransformasi menuju sistem yang lebih modern. Inovasi seperti timbangan berbasis nirkabel hingga program jemput bola bagi balita menjadi solusi cerdas dalam memastikan data pertumbuhan anak terpantau secara akurat dan real-time. Menanggapi hal itu, Ketua TP PKK Barito Utara Maya Savitri Shalahuddin mengungkapkan bahwa “Sertifikat ini bukan hanya selembar kertas, tetapi merupakan wujud perlindungan hukum atas kreativitas, inovasi, dan identitas produk lokal Barito Utara,” ucapnya yang dalam konteks ini menekankan pentingnya pengakuan atas inovasi para kader kesehatan.

Sebagai penutup, penguatan kapasitas kader posyandu melalui edukasi berkelanjutan akan tetap menjadi agenda prioritas pemerintah kabupaten demi mewujudkan kemandirian kesehatan masyarakat. Keberhasilan berbagai terobosan teknis yang lahir dari tangan para kader diharapkan dapat segera diimplementasikan secara luas di seluruh puskesmas sebagai standar pelayanan baru. Dengan semangat gotong royong yang terus terjaga, Kabupaten Barito Utara optimis mampu melahirkan generasi cerdas yang sehat secara fisik dan mental guna menyongsong Indonesia Emas di masa yang akan datang (Gn).

Lebih baru Lebih lama