![]() |
| Kepala Dinas Pendidikan Syahmiludin A Surapati , (13/02/2026). Foto/IST |
Muara Teweh – Otoritas pendidikan daerah secara resmi menetapkan pedoman baru mengenai manajemen waktu instruksional di sekolah guna menyambut datangnya bulan penuh berkah pada (13/02/2026). Langkah ini diambil untuk menjaga ritme akademik agar tetap produktif namun tetap mengedepankan toleransi terhadap kondisi fisik peserta didik yang tengah menjalankan kewajiban religius. Penyesuaian jadwal ini merupakan bentuk fleksibilitas birokrasi dalam merespons dinamika sosial budaya, sehingga proses transfer ilmu pengetahuan di Bumi Iya Mulik Bengkang Turan tetap berjalan selaras dengan penguatan nilai-nilai spiritual siswa.
Pemerintah daerah melalui instansi terkait telah memetakan pembagian waktu belajar yang spesifik untuk setiap tingkatan guna menjamin efektivitas pengajaran di lapangan. Untuk kategori pendidikan anak usia dini, fokus kebijakan diarahkan pada pemberian waktu luang yang lebih banyak di lingkungan keluarga, namun tetap berada dalam pengawasan administratif satuan pendidikan. "Selama bulan Puasa terdapat sejumlah penyesuaian pola pembelajaran," tutur Kepala Dinas Pendidikan Barito Utara, Syahmiludin A Surapati, saat menjelaskan rincian teknis kebijakan tersebut kepada publik.
Transformasi kegiatan di tingkat pendidikan dasar dan menengah akan lebih dititikberatkan pada pengembangan aspek moralitas melalui berbagai program pengayaan karakter yang religius. Siswa didorong untuk tidak hanya mengejar prestasi kognitif, tetapi juga mendalami esensi kebaikan dan etika sesuai dengan keyakinan yang dianut dalam suasana yang lebih tenang. Pihak dinas menginstruksikan sekolah untuk mengisi agenda dengan kegiatan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) sebagai pengganti materi kurikulum konvensional yang bersifat berat selama masa transisi awal bulan suci.
Guna menjaga stabilitas energi siswa di ruang kelas, durasi tatap muka per sesi pelajaran mengalami pemangkasan waktu yang cukup signifikan tanpa mengurangi esensi materi yang disampaikan. Kebijakan ini dibarengi dengan penghapusan sementara aktivitas fisik luar ruangan yang menguras tenaga agar konsentrasi belajar tetap terjaga secara optimal. “Jam masuk dimulai pukul 07.30 WIB, dengan pengurangan durasi per jam pelajaran agar tetap kondusif selama Ramadan,” jelas Syahmiludin mengenai perubahan teknis operasional di jenjang SD dan SMP tersebut.
Penyusunan kalender pendidikan khusus ini juga telah mempertimbangkan masa istirahat panjang menjelang perayaan hari kemenangan agar seluruh warga sekolah dapat berkumpul bersama keluarga dengan nyaman. Koordinasi intensif antara pihak sekolah dan wali murid sangat diharapkan agar setiap penugasan mandiri yang diberikan dapat terpantau dengan baik dan tidak menjadi beban psikologis bagi anak. Ketegasan aturan ini bertujuan menciptakan keseimbangan antara tanggung jawab intelektual dan kebutuhan batiniah dalam memperdalam iman dan takwa selama satu bulan penuh.
Perhatian khusus juga diberikan kepada kelompok siswa rentan agar mendapatkan perlakuan edukasi yang tetap inklusif dan tidak diskriminatif selama bulan Ramadhan. Para pimpinan sekolah diwajibkan menjalin komunikasi dua arah yang aktif dengan komite sekolah guna meminimalisir potensi misinformasi terkait perubahan jadwal yang telah ditetapkan. Transparansi informasi ini menjadi kunci agar tidak muncul keresahan di tengah masyarakat, sehingga visi besar pendidikan daerah untuk mencetak generasi berkarakter tetap berada di jalur yang benar.
Sebagai penutup, peran pengawasan orang tua di rumah menjadi pilar utama dalam menyukseskan edaran ini, terutama dalam membatasi konsumsi konten digital yang tidak produktif bagi anak. Sinergi antara disiplin sekolah dan pendampingan keluarga diharapkan mampu melahirkan perubahan perilaku yang positif bagi seluruh tunas bangsa di daerah. Dengan komitmen bersama, diharapkan momentum Ramadhan tahun ini dapat menjadi titik balik bagi peningkatan literasi keagamaan dan kualitas mental generasi muda di Barito Utara secara berkelanjutan (Gn).
