![]() | |
|
Muara Teweh – Pencapaian membanggakan ditorehkan oleh Kabupaten Barito Utara setelah berhasil menembus jajaran nominasi di tingkat pusat sebagai salah satu daerah dengan kinerja terbaik dalam mereduksi angka pengangguran.
Keberhasilan menembus persaingan di level nasional tersebut menuai respons positif sekaligus apresiasi tinggi dari kalangan legislatif di daerah setempat. Capaian ini dipandang sebagai bukti konkret atas efektivitas langkah serta keseriusan jajaran eksekutif dalam mengimplementasikan kebijakan sektor ketenagakerjaan secara konsisten dan berkesinambungan.
Otoritas parlemen menilai bahwa ketepatan sasaran dari regulasi yang diterapkan menjadi faktor penentu utama di balik raihan prestasi ini. “Kami sangat mengapresiasi capaian ini. Masuknya Barito Utara dalam nominasi nasional menunjukkan bahwa kebijakan dan program yang dijalankan sudah berada di jalur yang tepat,” kata Anggota DPRD Barito Utara, Patih Herman AB, Kamis (2/4/2026).
Terciptanya ruang-ruang produktif baru bagi angkatan kerja lokal dinilai tidak terwujud secara instan, melainkan lahir berkat adanya keselarasan visi yang kokoh di lapangan. Unsur dunia usaha serta pelibatan aktif warga menjadi pilar penyokong utama yang saling menguatkan. Hubungan kerja sama yang harmonis ini harus dipelihara dengan baik guna menjaga tren positif peningkatan kesejahteraan masyarakat luas. “Kolaborasi yang baik harus terus dipertahankan. Ini menjadi fondasi penting dalam menekan angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Langkah penguatan kapasitas personal bagi para pencari kerja lokal melalui skema pemagangan mandiri maupun perluasan akses kursus keahlian juga didorong untuk terus diperluas cakupannya. Di samping itu, ketajaman instrumen pemantauan terhadap jalannya regulasi di sektor lapangan kerja menjadi aspek krusial yang digarisbawahi oleh Athink, sapaan akrab bagi Patih Herman AB. Hal ini demi memastikan setiap kebijakan publik berjalan maksimal serta dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan.
Melalui konsistensi penyusutan angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang terjaga dengan baik, pihak legislatif menaruh optimisme besar bahwa wilayah ini kelak mampu bertransformasi menjadi kiblat percontohan bagi tata kelola ketenagakerjaan di tanah air. Untuk itu, seluruh jajaran instansi terkait diimbau untuk tidak terlena dengan pujian melainkan terus menelurkan terobosan baru. “Kami berharap pemerintah daerah tidak cepat berpuas diri, tetapi terus melakukan inovasi dan evaluasi agar capaian ini dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan,” tegasnya. (Sam)
