![]() |
| Ketua Komisi I DPRD Barito Utara, Hj. Nety Herawati. Foto/IST |
BORNEOCENTER.ID, Muara Teweh – Upaya penguatan literasi dan pelestarian bahasa daerah di Kabupaten Barito Utara kembali mendapat dukungan kuat, salah satunya melalui kegiatan uji keterbacaan buku cerita anak dwibahasa yang digelar Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah di SDN 1 Melayu, Teweh Tengah, Kamis (20/11/2025).
Kegiatan yang turut didukung Dinas Pendidikan Barito Utara ini menjadi bentuk kolaborasi dalam memperkaya pengalaman literasi peserta didik sekaligus menjaga keberlangsungan bahasa daerah di lingkungan sekolah.
Ketua Komisi I DPRD Barito Utara, Hj. Nety Herawati, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menyebut langkah ini sangat strategis dalam membangun fondasi literasi sekaligus memperkuat identitas budaya lokal.
“Komisi I sangat mengapresiasi kegiatan uji keterbacaan buku cerita anak dwibahasa ini. Ini merupakan upaya penting untuk memperkuat budaya literasi sekaligus melestarikan bahasa daerah sebagai identitas masyarakat Barito Utara,” ujarnya.
Menurut Nety, literasi dwibahasa tidak hanya meningkatkan kemampuan berbahasa anak, tetapi juga menumbuhkan rasa cinta terhadap bahasa daerah sehingga karakter dan jati diri generasi muda terbentuk secara lebih kuat.
Ia juga mengapresiasi sinergi Balai Bahasa Kalteng dan Dinas Pendidikan Barito Utara dalam menyelenggarakan program tersebut. Kolaborasi antarlembaga, katanya, merupakan kunci keberhasilan dalam pengembangan literasi daerah.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti di satu sekolah saja, tetapi dapat diperluas ke sekolah-sekolah lain. Komisi I siap memberikan dukungan melalui kebijakan maupun dorongan kepada pemerintah daerah agar program literasi dan pelestarian bahasa daerah terus berlanjut,” tambahnya.
Nety juga menilai kebijakan penggunaan bahasa daerah setiap Kamis pekan pertama sebagai langkah konkret dalam menumbuhkan kebanggaan terhadap bahasa lokal. Ia menegaskan bahwa bahasa adalah identitas penting yang harus dijaga bersama.
Dengan dukungan DPRD, pemerintah daerah, dan lembaga pendidikan, Hj. Nety Herawati optimistis gerakan literasi dan pelestarian bahasa daerah di Barito Utara akan semakin kuat dan memberi manfaat besar bagi generasi muda.
“Anak-anak yang melek literasi dan mencintai bahasa daerah adalah aset masa depan Barito Utara. Mari kita jaga dan kembangkan semangat ini bersama,” pungkasnya.