![]() |
| Personel Dinas KPP Barito Utara saat mendistribusikan paket sayuran segar hidroponik kepada pengendara yang melintas di depan kantor dinas, (26/02/2026). Foto/IST |
Muara Teweh – Jajaran otoritas ketahanan pangan daerah melakukan aksi simpatik dengan mendistribusikan hasil panen komoditas hortikultura segar kepada masyarakat luas pada (26/02/2026). Kegiatan yang dipusatkan di depan kantor dinas setempat ini menyasar para pengendara dan pejalan kaki sebagai bentuk kepedulian pemerintah dalam menyediakan asupan pangan berkualitas bagi warga yang tengah menjalankan ibadah puasa. Melalui gerakan berbagi ini, pemerintah kabupaten berupaya mengintegrasikan misi sosial dengan kampanye pola hidup sehat guna mewujudkan masyarakat yang tangguh secara mandiri di Bumi Iya Mulik Bengkang Turan.
Program ini merupakan manifestasi dari gerakan Teras Pangan B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman) yang mengedepankan prinsip keseimbangan gizi dalam setiap menu makanan harian keluarga. Otoritas pangan daerah menilai bahwa pemberian sayuran ini bukan sekadar bantuan logistik, namun menjadi media edukasi mengenai pentingnya mengonsumsi produk pertanian higienis tanpa pestisida. “Momentum Ramadhan menjadi kesempatan yang baik untuk berbagi sekaligus mengajak masyarakat membiasakan konsumsi pangan yang sehat, bergizi, dan aman. Sayuran hidroponik ini merupakan salah satu alternatif pangan sehat yang mudah diakses dan berkualitas,” tutur Kepala Dinas KPP Barito Utara Siswandoyo di Muara Teweh.
Dalam kegiatan tersebut, sedikitnya 200 paket sayuran segar yang terdiri dari komoditas selada, pakcoy, hingga kangkung didistribusikan secara cuma-cuma dengan standar kebersihan yang tinggi. Seluruh sayuran tersebut diproduksi melalui teknik budidaya air yang terkontrol dan ramah lingkungan, sehingga menjamin kualitas nutrisi tetap terjaga hingga ke meja makan konsumen. Antusiasme masyarakat terlihat cukup tinggi dalam mengantre paket hijau yang dianggap sangat bermanfaat untuk melengkapi kebutuhan gizi keluarga saat berbuka puasa maupun sahur di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok di pasar.
Selain memberikan manfaat ekonomi langsung, pembagian ini juga disisipi dengan sosialisasi teknik bercocok tanam modern bagi warga yang tertarik memanfaatkan lahan terbatas di lingkungan rumah. Dinas KPP ingin memberikan bukti nyata bahwa keterbatasan lahan bukan menjadi penghalang bagi setiap rumah tangga untuk memproduksi pangan secara mandiri. "Selain membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan segar, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi mengenai budidaya hidroponik yang dapat diterapkan secara mandiri di rumah," ujar Siswandoyo menekankan pentingnya kemandirian pangan tingkat unit terkecil.
Inovasi Teras Pangan B2SA ini juga diproyeksikan sebagai instrumen pemerintah daerah dalam menekan laju inflasi dari sektor komoditas hortikultura yang cenderung mengalami kenaikan harga selama bulan suci. Dengan mendorong masyarakat untuk memproduksi sayuran secara mandiri, ketergantungan terhadap pasokan pasar luar daerah dapat dikurangi secara perlahan namun pasti. Strategi ini diharapkan mampu memperkuat sistem pertahanan pangan daerah yang lebih stabil dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Barito Utara.
Sebagai penutup, Dinas KPP berkomitmen untuk terus menjalankan program serupa secara berkelanjutan di berbagai lokasi strategis lainnya di wilayah Barito Utara. Peningkatan kualitas kesehatan publik melalui konsumsi pangan sehat menjadi target utama yang ingin dicapai oleh pemerintah daerah. Kegiatan ini diakhiri dengan pesan semangat kepada para penerima manfaat untuk terus mengoptimalkan setiap jengkal lahan yang ada guna menciptakan lingkungan tempat tinggal yang produktif, asri, dan menyehatkan (Jn)
