
Rapat Koordinasi DaerahTim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di Banjarmasin,
Senin (23/2/2026). Foto/IST
Banjarmasin - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menegaskan komitmennya mempercepat pergeseran struktur ekonomi daerah agar tidak lagi bergantung pada sektor ekstraktif. Penekanan itu disampaikan Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman, melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kalsel, Ariadi Noor, dalam kegiatan Rapat Koordinasi DaerahTim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di Banjarmasin, Senin (23/2/2026).
Ariadi mengungkapkan, kinerja perekonomian Kalimantan Selatan sepanjang 2025 mencatat pertumbuhan sebesar 5,11 persen. Angka tersebut berada di atas rata-rata nasional dan dinilai mencerminkan ketahanan ekonomi daerah di tengah tekanan ekonomi nasional maupun global. Namun demikian, ia mengakui struktur ekonomi Kalsel saat ini masih bertumpu pada sektor pertambangan yang menyumbang 27,94 persen terhadap produk domestik regional bruto.
Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus alasan kuat bagi pemerintah daerah untuk mendorong diversifikasi sektor agar pertumbuhan ekonomi lebih inklusif dan berkelanjutan. Dalam upaya transformasi tersebut, sektor jasa keuangan dipandang memiliki posisi strategis. Sepanjang 2025, sektor ini tumbuh sebesar 10,34 persen dan menjadi salah satu penyumbang pertumbuhan tertinggi di Kalimantan Selatan.
Menurutnya, penguatan sektor jasa keuangan akan berdampak langsung pada peningkatan akses pembiayaan, terutama bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta sektor-sektor produktif lainnya. Akses layanan keuangan yang luas dan terjangkau dinilai menjadi kunci dalam menciptakan sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru. Salah satu tolok ukur keberhasilan perluasan akses keuangan di daerah adalah Indeks Akses Keuangan Daerah (IKAD).
Indeks ini menggambarkan tingkat ketersediaan, pemanfaatan, dan kedalaman layanan keuangan yang dapat dijangkau masyarakat. Karena itu, seluruh TPAKD di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota didorong untuk terus memperkuat kinerja serta menghadirkan inovasi program. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai IKAD sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan yang aman, inklusif, dan terjangkau.