Trending

Transformasi Pendidikan, 87 Unit Chromebook Disiagakan untuk SMPN 1 Muara Teweh

SMPN 1 Muara Teweh memantapkan persiapan menuju Kandidat Sekolah Rujukan Google (KSRG) di Muara Teweh, Sabtu (21/2/2026).Foto/IST

Muara Teweh
– Jajaran otoritas pendidikan daerah melakukan pemantapan akhir terhadap program transformasi digital di institusi pendidikan menengah guna mengejar standar internasional pada (21/02/2026). Langkah strategis ini merupakan bagian dari rangkaian panjang penguatan digitalisasi pendidikan yang telah diinisiasi pemerintah daerah sejak tahun 2025 guna menciptakan standar baru pembelajaran berbasis teknologi. Melalui integrasi ekosistem teknologi terbaru, pemerintah kabupaten bertekad menghadirkan mutu pembelajaran yang kompetitif guna mencetak generasi muda di Bumi Iya Mulik Bengkang Turan yang cakap literasi digital dan siap menghadapi tantangan global.

Otoritas pendidikan memberikan atensi serius terhadap penguatan kapasitas tenaga pendidik sebagai pilar utama keberhasilan modernisasi sekolah. Penguasaan platform digital dipandang bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan dalam menunjang metode belajar yang interaktif dan efisien. Kepala Dinas Pendidikan Barito Utara, Syahmiludin A Surapati, menegaskan bahwa transformasi ini merupakan komitmen besar pemerintah untuk mencetak institusi pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman. "Kami sangat mendukung upaya SMPN 1 Muara Teweh dalam meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis digital. Sertifikasi guru dan optimalisasi Google Workspace adalah langkah nyata dalam meningkatkan kompetensi pendidik,” ungkap Syahmiludin A Surapati.

Dukungan pemerintah daerah dibarengi dengan pemenuhan sarana prasarana yang memadai melalui alokasi anggaran khusus untuk pengadaan perangkat pendukung kegiatan belajar mengajar. Syahmiludin A Surapati menjelaskan bahwa pada tahun anggaran ini, pihaknya telah memfasilitasi pemenuhan alat kerja digital guna memastikan setiap proses administrasi dan instruksional di sekolah berjalan optimal sesuai standar internasional. Sebanyak 87 unit Chromebook telah disiapkan sebagai alat penunjang utama bagi siswa dan guru agar lebih akrab dengan ekosistem digital dalam kesehariannya guna mempercepat adaptasi terhadap platform Google Workspace for Education.

Memasuki fase akhir persiapan, jajaran sekolah tercatat telah menuntaskan berbagai persyaratan administratif serta dokumentasi visual yang menjadi parameter penilaian utama. Seluruh elemen pendukung mulai dari video profil hingga portofolio inovasi pembelajaran telah dirampungkan guna menghadapi tahapan krusial yang melibatkan penilaian langsung dari pihak asesor luar negeri. Sinergi antara kebijakan dinas dan etos kerja pihak sekolah menjadi kunci utama dalam melewati setiap fase seleksi Kandidat Sekolah Rujukan Google (KSRG) yang dikenal memiliki standar kualifikasi sangat ketat.

Jadwal wawancara bersama tim pakar teknologi pendidikan diproyeksikan akan dilaksanakan segera setelah momen perayaan hari besar keagamaan mendatang. Syahmiludin A Surapati meyakini bahwa dengan persiapan yang matang dan bantuan perangkat yang telah disalurkan, sekolah ini akan mampu melewati tahapan seleksi dengan hasil yang sangat memuaskan. Keberhasilan ini nantinya diharapkan mampu memberikan efek domino positif bagi peningkatan indeks pendidikan di seluruh wilayah Barito Utara, terutama dalam hal pemerataan akses teknologi di sektor persekolahan.

Sebagai penutup, pemerintah berharap SMPN 1 Muara Teweh mampu menjadi pusat keunggulan dan lokomotif perubahan bagi sekolah-sekolah lain di seluruh pelosok daerah. Dengan predikat sekolah rujukan nantinya, standar mutu yang telah dicapai dapat diduplikasi oleh institusi pendidikan lainnya demi mewujudkan pemerataan kualitas pendidikan yang modern dan akuntabel. "Kami berharap SMPN 1 Muara Teweh dapat menjadi sekolah percontohan di Barito Utara. Kualitas pendidikan harus terus ditingkatkan agar mampu menjawab harapan masyarakat,” pungkas Syahmiludin A Surapati mengakhiri arahannya (Jn).

Lebih baru Lebih lama